Sunday, October 13, 2013

Hi Beautiful Ombre!

At this time, i was fallin' in love with ombre. Really looks beautiful when we worn it. And i like the ombre when used by her, Aishah Amin.

  
Another style u might also like:

Cheers up,
Intan Shabriy

Thursday, October 10, 2013

Yuk Berqurban!

Sebentar lagi umat muslim akan menyambut datangnya hari yang fitri, yaitu Idul Adha. Pasti yang terbayang di benak kita adalah makan-makan sate dan berkumpul dengan keluarga besar. Merayakan hari raya memang menjadi tempat silaturrahim yang menyenangkan karena kita dapat berkumpul dengan keluarga terkasih dan merasakan santai menikmati momen-momen berharga ini.

Seperti yang kita ketahui, umat muslim yang mampu wajib berqurban pada saat Idul Adha tiba. Walaupun aslinya, ibadah qurban itu adalah sunnah muakad (utama). Maksudnya itu, memang tidak wajib untuk orang yang tidak mampu, namun bagi kita yang mampu diharuskan melakukannya. Jangan sampai karena perintaNya ini sunnah muakad, lantas kepada kita yang mampu jadi malas ibadah. (hehehe-red), karena jika seperti itu, kita seperti Qabil ya, naudzubillah..
 
Yuk kita ingat lagi, mengapa wajib berqurban. Dikisahkan dalam Al-Quran tentang: 

Kisah Habil dan Qabil: 
"Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (qurban) dari orang-orang yang bertakwa". (Al Maaidah: 27)

Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail:
"Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ), dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata, dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar". (Ash Shaaffaat: 102-107)  

Subhanallah ya, kisah-kisah diatas. Ketaatan Habil, Nabi Ibrahim dan Ismail patut kita teladani sebagai umat muslim. Jadi, bagaimana dear muslimah, sedikit banyak sekarang kita sudah ingat lagi ya latar belakang terjadinya wajib qurban bagi yang mampu. Selanjutnya kita bahas lagi lebih mendalam yuk.

1. Apa Itu Qurban 
Qurban berasal dari bahasa Arab yaitu al-udhhiyyah dan adh-dhahiyyah yg berarti binatang sembelihan seperti unta, sapi domba dan  kambing yg disembelih pada hari raya Idul Adha. Sedangkan ritual qurban adalah penyembelihan binatang ternak yang dilakukan oleh umat muslim untuk dipersembahkan kepada Allah.
  
Seperti salah satu firman Allah SWT yang termaktub dalam surah Al-Kautsar:  
"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yg banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berqurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yg membencimu dialah yg terputus. Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagai syiar Allah. Kamu banyak memperoleh kebaikan dari padanya maka sebutlah nama Allah ketika kamu menyembelihnya".

Al-Hajj : 34:
“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syari’atkan penyembelihan qurban supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dirizkikan Allah kepada mereka, maka Rabb-MU adalah Allah yang satu karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh”.

Al-Hajj : 27-28: 
"Dan serulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfa’at bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rizki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang kesusahan lagi fakir".

Al-Hajj : 36: 
"Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syiar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri dan telah terikat. Kemudian apabila ia telah tumbang (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukan unta-unta itu kepada kamu, supaya kamu bersyukur".

Al-Hajj :  37: 
"Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketaqwaanmulah yang dapat  mencapainya".

HR. Ahmad dan Ibnu Majah: 
"Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat salat Ied kami".

HR. Ahmad dan Ibnu Majah: 
"Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “qurban adalah sunahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.” Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan".
  
HR. Syarhul Mumti’ (III/409):   
"Bahkan jika seandainya ada orang yang berqurban dengan jenis hewan lain yang lebih mahal dari pada jenis ternak tersebut maka qurbannya tidak sah. Andaikan dia lebih memilih untuk berqurban seekor kuda seharga 10.000 real sedangkan seekor kambing harganya hanya 300 real maka qurbannya (dengan kuda) itu tidak sah".

HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim: 
"Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari Nahar (Idul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirkan darah (qurban), maka hendaknya kalian merasa senang karenanya".

Bagi mereka yang berqurban, Allah akan segera memberikan ganti biaya qurban yang dia keluarkan. Karena setiap pagi Allah mengutus dua malaikat, yang satu berdo’a: “Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfaq.” Dan yang kedua berdo’a: “Yaa Allah, berikanlah kehancuran bagi orang yang menahan hartanya (pelit).” (HR. Al Bukhari 1374 & Muslim 1010). Subhanallah..

2. Kapan Ibadah Qurban 
Pada bulan Dzulhijah di dalam penanggalan Islam, yakni pada tanggal 10 (hari nahar) dan 11, 12 dan 13 (hari tasyrik) bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. 

3. Syarat dan pembagian daging kurban
-Orang yang berqurban harus mampu menyediakan hewan sembelihan dengan cara halal tanpa berutang.
-Qurban harus binatang ternak, seperti unta, sapi, kambing, dan biri-biri (domba).
-Binatang yang akan disembelih tidak memiliki cacat, tidak buta, tidak pincang, tidak sakit, dan kuping serta ekor harus utuh.  
-Hewan qurban telah cukup umur, yaitu unta berumur 5 tahun atau lebih, sapi atau kerbau telah berumur 2 tahun, dan domba atau kambing berumur lebih dari 1 tahun.
-Orang yang melakukan qurban hendaklah yang merdeka (bukan budak), baligh, dan berakal.
-Daging hewan qurban dibagi tiga, 1/3 untuk dimakan oleh yang berkurban, 1/3 disedekahkan, dan 1/3 bagian dihadiahkan kepada orang lain.

-Seekor Kambing Untuk Satu Keluarga
Seekor kambing cukup untuk qurban satu keluarga, dan pahalanya mencakup seluruh anggota keluarga meskipun jumlahnya banyak atau bahkan yang sudah meninggal dunia. Sebagaimana hadits Abu Ayyub radhiyallahu’anhu yang mengatakan, “Pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam seseorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai qurban bagi dirinya dan keluarganya.” (HR. Tirmidzi)

Oleh karena itu, tidak selayaknya seseorang mengkhususkan qurban untuk salah satu anggota keluarganya tertentu, misalnya kambing 1untuk anak si A, kambing 2 untuk anak si B, karunia dan kemurahan Allah sangat luas maka tidak perlu dibatasi.

Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berqurban untuk seluruh dirinya dan seluruh umatnya. Suatu ketika beliau hendak menyembelih kambing qurban. Sebelum menyembelih beliau mengatakan: ”Ya Allah ini qurban dariku dan dari umatku yang tidak berqurban.” (HR. Abu Daud dan Al-Hakim). Berdasarkan hadis ini, Syaikh Ali bin Hasan Al Halaby mengatakan: “Kaum muslimin yang tidak mampu berqurban, mendapatkan pahala sebagaimana orang berqurban dari umat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Adapun yang dimaksud: “…kambing hanya boleh untuk satu orang, sapi untuk tujuh orang, dan onta 10 orang…” adalah biaya pengadaannya. Biaya pengadaan kambing hanya boleh dari satu orang, biaya pengadaan sapi hanya boleh dari maksimal tujuh orang dst.

Namun, seandainya ada orang yang hendak membantu shohibul qurban (penyumbang hewan qurban) yang kekurangan biaya untuk membeli hewan, maka diperbolehkan dan tidak mempengaruhi status qurbannya. Dan status bantuan di sini adalah hadiah bagi shohibul qurban.  Apakah harus izin terlebih dahulu kepada pemilik hewan? Tidak harus, karena dalam transaksi hadiah tidak dipersyaratkan memberitahukan kepada orang yang diberi sedekah. 

4. Ketentuan Untuk Sapi & Unta   
Seekor sapi dijadikan qurban untuk 7 orang. Sedangkan seekor unta untuk 10 orang. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu beliau mengatakan, “dahulu kami penah bersafar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu tibalah hari raya Idul Adha maka kami pun berserikat sepuluh orang untuk qurban seekor unta.
 
Sedangkan untuk seekor sapi kami berserikat sebanyak tujuh orang.” (Shahih Sunan Ibnu Majah 2536, Al Wajiz, hal. 406). Dalam masalah pahala, ketentuan qurban sapi sama dengan ketentuan qurban kambing. Artinya urunan 7 orang untuk qurban seekor sapi, pahalanya mencakup seluruh anggota keluarga dari 7 orang yang ikut urunan.

Itu dia sedikit share tentang pembahasan seputar qurban. Semoga kita bisa meneladani kisah-kisah Habil, Nabi Ibrahim, dan Ismail agar menjadi orang-orang yang bertakwa kepada Allah SWT. Hopefully, semoga artikel ini bermanfaat ya:). Yuk dear, rame-rame kita ajak temen-temen, tetangga, saudara-saudara untuk berqurban:)

*PS: Artikel ini copas langsung dari Muslimahfashtorial
Love love,
Intan Shabriy

Saturday, October 5, 2013

Thursday, October 3, 2013

Congratulations to My Sister-In-Law Part I

Seperti biasa, sebelum acara penting dimulai, kita berfoto ria dahulu :D. Karena acara wisuda berlangsung dari pagi hingga siang hari, jadi make-up yang dipakai pun tidak perlu berlebihan. Cukup dengan sentuhan natural tapi tetap tampak flawless dan menonjol di daerah mata, mampu membuat adik iparku tercinta tampil cetar membahana badai..hehehe.. Inilah dia, hasil make-up nya sang kakak ipar (red-me:D).

Selamat untuk adik iparku tercinta, Novia Soviana, telah menjadi seorang Sarjana Teknik, semoga menjadi manusia yang berguna bagi keluarga, agama dan negara. Amin..

Love love,
Intan Shabriy

Make Your Nails Glow In The Dark



PS : If you want your polish to dry quicker, put your nails in cold water